MAKALAH
LAYANAN
KONSELING KELOMPOK
Guna
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pealayanan BK
Dosen
Pengampu: Sumarwiyah M.pd
KATA
PENGANTAR
Limpahan
pujian senantiasa atas kehadirat Allah SWT, yang telah mengaruniakan rahmat
sesrta hidayatNya kepada penulis,sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah
yang berjudul “Layanan Konseling kelompok”. Guna memenuhi tugas Mata Kuliah
“Pelayanan BK”.
Dalam
pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa banyak kekeliruan, hal itu
semata-mata karena penulis masih dalam proses pelatihan.
Untuk
itu penulis sangat mengharapkan sara dan kritik dari pembaca. Tidak lupa
penulis menyampaikan terima kasih kepad :
1. Sumarwiyah
M.pd selaku Dosen pengampu Mata Kuliah “ Pelayanan BK”
2. Teman-teman
penulis yang sudah bersedia memberi dukungan atau motivasi dalam bentuk apapun.
Kudus,
September 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Layanan konseling kelompok merupakan suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan
prilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif,
berorientasi pada kenyataan, katarsis, saling mempercayai, saling pengertian,
saling menerima, damn saling mendukung. Anggota dalam konseling kelompok dapat
menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan
terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu, untuk mempelajari atau
menghilangkan sikap-sikap dan prilaku tertentu.
Konseling kelompok merupakan
upaya bantuan kepada individu dalam rangka memberikan kemudahan dalam
perkembangan dan pertumbuhanya, dan bersifat pencegahan, konseling kelompok
dapat pula bersifat penyembuhan.masalah atu topik yang di bahas dalam konseling
kelompok bersifat “pribadi” yaitu masalah yang di bahas merupakan masalah
pribadi yang secara langsung di alami, atau lebih tepta lagi merupakan masalah
atau kebutuhan yang sedang di alami oeh para anggota kelompok yang menyampaikan
topik atau masalah.
Dalam layanan konseling
kelompok ada beberapa asas yang harus di terapkan, antara lain asas kerahasiaan,
kesukarelaan,keterbukaan, kekinian,
kenormatifan. Di Konseling kelompok dapat berjalan dengan baik apabila
komponen-komponen dalam kelompok itu terbentuk, misalnya di tetapkannya
Pemimpin kelompok (PK), Anggota kelompok (AK).
B. RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
dapat di rumuskan beberapa rumusan masalah, sebagai berikut “
1. Apa
pengertian konseling kelompok ?
2. Apa
saja asas-asas dalam konseling kelompok
?
3. Apa
tujuan khusus konseling kelompok ?
4. Apa
saja komponen-komponen konseling keompok ?
C. TUJUAN
PENULISAN
1. Dapat
mengetahui apa layanan konseling Kelompok itu.
2. Mengerti
beberapa asas-asas yang di gunakan dalam Konseling Kelompok.
3.
Mengerti tujuan khusus
dari layanann Konseling Kelompok.
4. Mengetahu
beberapa komponen-komponen dalam kegiatan konseling kelompok.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Uraian
Materi
1. Pengertian
konseling kelompok
Merupakan suatu proses dimana konselor
terlibat dalam hubungan dengan sejumplah klien pada waktu yang sama. Jumplahnya
dapat bervariasi yang ideal maksimal 6 orang , meskipun biasanya berkisar
antara 4 sampai 8 orang.
Konseling kelompok mengaktifkan dinamika
kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan, pribadi
dan atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.. Dalam KKp di bahas masalah pribadi yang di
alami oleh masing-masing anggota kelompok.baik topik umum maupun masalah
pribadi di bahas melalui suasana dinamika kelompok yang intens dan konstruk,
yang di ikuti oleh semua anggota di
bawah bimbingan pemimpin kelompok ( konselor). Layanan KKp dapat dilakukan
dimana saja , Dimanapun kegiatan KKp itu dilakukan , harus terjamin bahwa dinamika kelompok dapat berkembang dengan
sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan layanan.
A. TUJUAN
1. Tujuan
umum
Tujuan umum layanan KKp adalah
berkembang kempuan sosialisai siswa , khususnya keampuan komunikasi peserta
layanan. Dalam kaitan ini sering menjadi kenyataan bahwa kemampuan
bersosialisasi/bekomunikasi seseorang sering terganggu oleh persaan, pikiran,
persepsi, wawasa dan sikap yang tidak objektif. Melalui layanan KKp hal-hal
yang mengganggu atau menghimpit persaan
dapat di ungkapkan, di longgarkan melalui berbagai cara, pikiran yang suntuk
atau beku..
2. Tujuan
khusus
Tujuan khusus KKp terfokus pada pembahasan masalah pribadi
individu peserta kegiatan layanan. Melalui layanan kelompok yang intensif dalam
upaya pemecahan masalah tersebur para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus.
1) Terkembangnya
perasaaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku
khususnya dalam bersosialisasi?komunikasi.
2) Terpecahkanya
masalah individu yang bersangkutan dan di perolehnya imbasan pemecahan masalah
teresbut bagi individu-individu peseerta layanan KKp.
B.
KOMPONEN
Dalam
layanan KKp berperan dua pihak, yaitu pemimpin kelompok dan peserta kelompok.
1.
Pemimpin
kelompok
Pemimpin kelompok adalah konselor yang
terlatih dan berwenang menyelenggarakan praktik konseling profesional. Dalam KKp tugas Pktugas PK adalah memimpin
kelompok yang bernuansa layanan konseling melalui “bahasa” komseling untuk
mencapai tujuan-tujuan konseling. Secara jhusus PK secara khusus PK di wajibkan
menghudupkan dinamika kelompok di antara semuapeserta seintensif mungkin yang
mengarah kepada pencapaian tujuan-tujuan umum dan khusus tersebut di atas.
a. Karakteristik
PK
Untuuk
mampu menjalankan tugas dan kewajiban profesionalnya, PK adalah seorang yang:
1) Mampu
membentuk kelompok dan mengarahkannya, sehungga terjadi dinamika kelompok dalam
suasana interaksi antara anggota kelompok yang bebas, terbuka dan demokratis.
2) Berwawasan
luasdan tajam sehingga mampu mengisisi, menjembatani, meningkatkan, memperluas, dan mensinergikan konten bahasan yang tumbuh dalam aktivitas kelompok.
3)
Memiliki hubungan
kemampuan hubungan antar personal yang hangat dan nyaman, sabar dan memberi
kesempatan, demokratik dan kompromistik ( tidak antagonistik) dalam memngambil
keputusan dan kesimpulan, tanpa memakskan dalam ketegasan dan kelembutan,
jujur, disiplin dan kerja keras.
b. Peran
PK
Dalam
mengarahkan suasana kelompok melalui dinamika kelompok, PK berperan dalam :
1) pembentukan
kelompok dari sekumpulam (calon) peserta ( terdirri atas 8-10 orang), sehingga
terpenuhi syarat-syarat kelompok yang mampu secara aktif mengembangkan dinamika
kelompok, yaitu:
·
terjadinya hubungan
antara anggota kelompok, menuju keakraban di antara mereka.
·
Tumbuhnya tujuan
bersama di antara anggota kelompok, dalam suasana kebersamaan.
·
Berkembangnya itikad
dan tujuan bersama untuk mencapai tujuan kelompok.
·
Terbinanya kemandirian
pada diri setiap anggota kelompok, sehingga mereka masing-masing mampu
berbicara dan tidak menjadi yes-man.
·
Terbinanya kemandirian
kelompok.
2) Penstrukturan,
yaitu membahas bersama anggota kelompok apa, mengapa dan bagaimana layanan KKp
di laksanakan.
3) Pentahapan
kegiatan KKp.
4) Penilaian
segera (laiseg) hasil layanan KKp.
5) Tindak
lanjut layanan.
2.
Anggota
kelompok
Tidak
semua kumpulan orang atau individu dapat di jadikan anggota KKp. Untuk
terselenggarakanya KKp seorang konselor perlu membentuk kumpulan individu
menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan
sebagaimana teresbut di atas. Besarnya kelompok ( jumplah anggota kelompok),
dan homgenitas anggota kelompok dapat mempengaruhi kinerja kelompok.
Besarnya
kelompok
Kelompok yang terlalu
kecil, misalnya 2-3 orang akan mengurangi efektivitas KKp. Kedalaman dan
variasi pembahasan menjadi terbatas, karena sumbernya ( yaitu para anggota
kelompok) memang terbatas. Di samping itu dampak layanan juga terbatas, karena
hanya di dapat oleh 2-3 saja. Sebaliknya, kelompok yang terlalu besar juga
kurang efektif. Karena jumplah peserta yang terlalu banyak , maka partisipasi
aktif individual dalam dinamika kelompok menjadi kurang intensif; kesempatan berbicara, dan memberikan/menerima
“ sentuhan “ dalam kelompok kurang.
C.
ASAS-ASAS
Kerahasiaan, kesukarelaan, dan keputusan
di ambil oleh klien sendiri merupakan tiga etika dasar konseling. Dalam
kegiatan layanan KKp ketiga etika tersebut di terapkan.
1.
Kerahasiaan.
Segala sesuatu yang di bahas dan muncul
dalam kegiatan kelompok hendaknya menjadi rahasia kelompok yang hanya boleh
oleh AK dan tidak di sebar luaskan ke luar kelompok. Seluruh AK hendaknya
menyadari benar hal ini dan bertekad untuk melaksanakannya.aplikasi azaz
kerahasiaan lebihdi rasakan pentingnya dalam KKp mengingat pokok bahasan
masalah adalah masalah pribadi yang di alami AK.
2.
Kesukarelaan
kesukarelaan
AK di mulai sejak awal rencana pembentukan kelompok oleh konselor (PK).
Kesukarelaan terus menerus di bina melalui upaya PK mengembangkan syarat-syarat
kelompok yang efektif dan penstrukturan tentang layanan KKp. Dengan
kesukarelaan itu AK akan dapat mewujudkan peran aktif diri mereka masing-masing
untuk mencapai tujuan layanan.
3.
Asas-asas
lain
Inamika kelompok dalam KKp semakin
efektif apabila semua AK secara penuh menerapkan asas kegiatan dan keterbukaan.
AK secara aktif dan trbuka menamilkan diri tanpa rasa takut, malu ataupun
ragu.dinamika kelompok semakin tinggi berisi dan bervariasi. Masukan dan sentuhan semakin kaya dan terasa. Para peserta layanan
KKp semakin di mungkinkan memperoleh hal-hal yang berharga dari layanan ini.
Asas kekinian memberikan isi aktual dalam pembahasan yanng di lakukan, AK di
minta mengemukakan hal-hal yang terjadi dan berlaku saat ini.
Asas kenormatifan di
praktikan berkenaan dengan cara-cara berkomunikasi dan bertatakrama dalam
kegiatan kelompok, dan dalam mengemas isi bahasan. Sedangkan asas keahlian di
perlihatkan oleh PK dalam mengelola kegiatan kelmpok dalam mengembangkan proses
dan isi pembahasan secara keseluruhan.
D.
PENDEKATAN
DAN TEKNIK
1.
Pembentuk
Kelompok
Layanan konseling
kelompok
Kelompok untuk layanan KKp dapat di
bentuk melalui pengumpulan sebuah individu (siswa dan individu lainya) yang
berasal dari :
a. Satu
kelas yang di bagi beberapa kelompok.
b. Kelas-kelas
yang bebda di himpun dalam satu kelompok.
c. Lokasi
dan kondisi yang berbeda di kumpulkan menjadi satu kelompok.
Engelompokan individu itu dengan
memperhatikan aspek-aspek relatif
homogenitas dan hetero genitas ssuai dengan tujuan layanan. Data hasil
insstrumentasi , himpunan data dan sumber sumber lainya dapat menjadi
pertimbangan dalam pembentukan kelompok.
2.
Tahap
penyelenggaraan.
Layanan KKp di
selenggarakan melalui empat tahap, yaitu :
a. Tahap
pembentukan, yaitu tahapan untuk membuat kerumuan sejumplah individu menjadi
satu kelompok yangsiap mengembangkan dinamika kelompok dalam mencapai tujuan
bersama.
b. Tahap
peralihan, yaitu tahapan untuk mengalihkan kegiatan awal kelompok kegiatan
berikutnya yang lebih terarah pada pencapaian tujuan kelompok.
c. Tahap
kegiatan, yaitu tahapan kegiatan “inti” untuk membahas topik-topik tertentu
atau mengentasakan masalah pribadi anggota kelompok pada KKp.
d. Tahap
pengakhiran, yaitu tahap akhir kegiatan untuk melihat kembali apa yang sudah di
lakukan dan di capai oleh kelompok, serta merencanakan kegiatan selanjutnya.
Rincian tahap-tahap tersebet adalah
sebagaimana tertera pada bagan-bagan berikut:
Bagan
I
Tahap
I: Pembentukan
Tujuan
:
1. Anggota
memahami pengertian dan kegiatan kelompok dalam rangka KKP
2. Tumbuhnya
suasana kelompok.
3. Tumbuhnya
minat anggota mengikuti kegiatan kelompok.
4. Tumbuhnya
saling mnegenal, percaya, menerima dan membantu
di antara para anggota.
5. Tumbuhnya
suasana bebas dan terbuka.
6. Di
mulainya pembahasan tentang tingkah laku dan perasaan dalam kelompok.
Kegiatan:
1. Mengungkapkan
pengertian dan tujuan kegiatan kelompok dalam rangka pelayanan KKp.
2. Menjelaskan
cara-cara an asa-asa kegiatan kelompok.
3. Saling
memperkenalkan dan mengungkapkan diri.
4. Teknik
khusus.
5. Permainan
( sebagai penghangat dan pengakraban).
Bagan
II
Tahap
II: Peralihan
Tujuan
:
1. Terbebaskannya
anggota dari perasaan atau sikap enggan, anggun, ragu, malu atau saling tidak
percaya untuk memasuki tahap berikutnya.
2. Makin
mantapnya suasana kelompok dan kebersamaan.
3. Makin
mantapnya minat untuk ikut serta dalam kegiatan kelompok.
Kegiatan:
1. Menjelaskan
kegiatan yang akan di tembuh pada tahap berikutnya.
2. Menawarkan
sambil mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap
selanjutnya (tahap ke 3).
3. Mmbahas
suasana yang terjadi.
4. Meningkatkan
kemamouan keikut sertaan anggota.
5. Kalau
perlu kembali ke beberapa aspek tahap pertama atau tahap pembentukan.
Bagan
III
Tahap
kegiatan
Tujuan
:
1. Terungkapnya
hanya secara bebas topik yang di rasakan,
di pikirkan atau di alami oleh anggota kelompok.
2. Terbahasnya
topik secara mendalam dan tuntas.
3. Ikut
sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahasan, baik yang
menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran atau perasan.
Kegiatan:
1. Masing-masing
anggota secara bebas mengemukakan topik bahasan.
2. Menetapkan
topik yang akan di bahas terdahulu.
3. Anggota
membahas topik secara mendalam dan tuntas.
4. Kegiatan
selingan.
Tahap
IV
Tahap
kegiatan
Tujuan:
1. Terbahasnya
dan terentaskanya masalah klien.
2. Ikut
sertanya seluruh nggota kelompok dalam menganalisismasalah klien serta mencari
jalan keluar dan pengentasanya.
Kegiatan:
1. Setiap
anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi yang perlu mendapat bantuan
kelompok untuk pengentasanya.
2. Kelompok
memilih masalah mana yang hendak di bahas dan di entaskan pertama, kedua,
ketiga dst.
3. Klien
(anggota kellompok yang masalha di bahas ) memberikan gambaran yang lebih rinci
msalah yang di alaminya.
4. Seluruh
anggota kelompok ikut serta membahas masalah klien melalui berbagai cara,
seperti bertanya, menjelaskan, mengkritisi, memberi contoh,mengemukakan
pengalaman pribadi, menyarankan.
5. Klien
setiap kali di beri kesempatan untuk merespon apa-apa yang di tampilkan oleh
rekan-rekan kelompok.
6. Kegiatan
selingan.
Bagan
V
Tahap
pengakhiran
Tujuan:
1. Terungkapnya
kesan-kesan anggota kelompok tentang pelaksanaan kegiatan.
2. Terungkapnya
hasil kegiatan kelompok yang telah di capai.
3. Terumuskannya
rencana kegiatan lebih lanjut.
4. Tetap
di rasakanya hubungan kelompok dan rasa kebersamaan meskiun kegiatan di akhiri .
Kegiatan
:
1. PK
mengemukakan bahwa kegiatan akan segera di akhiri.
2. PK
dan anggota kelompok mengemukakan kesan dan hasil-hasil kegiatan.
3. Membahas
kegiatan lanjutan.
4. Mengemukakan
pesan dan harapan.
3.
Isi layanan
KKp membahas masalah pribadi yang
dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Satu persatu anggota kelompok
mengemukakan masalah pribadinya secara bebas, kemudian dipilih mana yang akan
dibahas dan dientaskan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.
4.Teknik dalam
Kegiatan
a.Teknik Umum : Pengembangan dinamika
kelompok
Secara umum teknik-teknik yang digunakan
oleh PK dalam menyelenggarakan pelayanan KKp mengacu kepada berkembangnya
dinamika kelompok yang diikuti oleh seluruh anggotabkelompok, dalam rangka mencapai
tujuan layanan.
Teknik-Teknik
yang digunakan:
1. Komunikasi
multiarah secara efektif dinamis dan terbuka
2. Pemberian
rangsangan untuk menimbulkan inisiatif dalam pembahasan, diskusi, analisis,
pengembangan argumentasi.
3. Dorongan
minimal untuk menatapkan respon dan aktivitas anggota kelompok.
4. Penjelasan,
pendalaman, dan pemberian contoh untuk lebih memantapkan analisis, argumentasi,
dan pembahasan.
5. Pelatihan
untuk membentuk pola tingkahlaku yang dikehendaki.
b.
Permainan
Kelompok
Ciri- Ciri permainan kelompok dalam KKp
:
1. Sederhana.
2. Menggembirakan.
3. Menimbulkan
suasana relaks dan tidak melelahkan.
4. Meningkatkan
keakraban.
5. Diikuti oleh semua
anggota kelompok.
Layanan KKp pada dasarnya adalah “
Konseling perorangan “ dalam suasana kelompok dengan memanfaatkan dinamika
kelompok. Klien yang mengalami masalah akan mendapatkan pembahasan dan
perolehan upaya pengentasan masalah dari “konselor” yang terdiri atas PK dan
semua anggota kelompok.
Layanan KKp dapat diseleggarakan pada
sebarang waktu, sesuai dengan kesepakatan antara KP dengan para anggota
kelompok, baik terjadwal maupun tidak terjadwal. KKp diselenggarakan didalam
ruangan maupun diluar ruangan. Mereka duduk membentuk lingkaran atau bersila
mengikuti kondisi yang ada. Waktu penyelenggaraan untuk setiap kali layanan KKp
sekitar 1-2 jam.
Penilaian hasil dan proses layanan KKp
wajib di nilai. Pada tahap pengakhiran untuk setiap sesi dilakukan tinjauan
terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasilnya melalui pengungkapan
kesan-kesan peserta. Penilaian dilakukan dalam 3 tahap, yaitu : 1. Penilaian
segera ( laiseg ) 2. Penilaian dalam jangka pendek ( laijepen ) 3. Penilaian
jangka panjang ( laijapang ).
Hal Umum yang Perlu
Mendapat Perhatian
a.
Layanan
KKp bukan sekedar kegiatan kelompok biasa Kegiatan
KKp ini mengemban fungsi-fungsi konseling meliputi pemahaman, pencegahan,
pengentasan masalah, pengembangan dan pemeliharaan dan advokasi.
b.
Kegiatan
KKp tidak sama dengan diskusi biasa atau rapat KKp
dilakukan untuk membahas permasalahan melalui semacam kegiatan berdiskusi,bertukar
pendapat, menganalisis dan mengkritisi data, berargumentasi.
c.
Layanan
KKp tidak sekedar memberikan informasi kepada anggota kelompok para
peserta KKp menerima sejumlah informasi baru lebih dari itu, para peserta
kegiatan KKp tidak hanya menunggu pemberian informasi dari PK melainkan sangat
aktif saling memberi dan menerima. Dalam layanan KKp konselor sebagai Pimpinan
kelompok hanya berbicara seperlunya, bahkan membatasi pembicaranya.
F. KEGIATAN PENDUKUNG
1.
Aplikasi
Instrumentasi
Data yang diperoleh
melalui aplikasi instrumentasi dapat digunakan sebagai :
a. Pertimbangan
dalam pembentukan kelompok KKp
b. Pertimbangan
dalam menempatkan seseorang atau lebih dalam kelompok layanan KKp
c. Materi
atau pokok bahasan dalam kegiatan KKp
KKp mungkin memerlukan aplikasi
instrumentasi untuk mendalami kondisi mereka yang diperlukan dalam layanan yang
lebih komprehensife. Kegiatan penilaian berupa kegiatan instrumentasi dengan
menggunakan format tertentu.
2.
Himpunan
Data
Dalam himpunan data, sebagaimana hasil
aplikasi instrumentasi dapat digunakan dalam merencanakan dan mengisi kegiatan
KKp. Penggunaan data dalam himpunan dan data hasil instumentasi harus disertai
penerapan asas kerahasiaan secara ketat.
3.
Konferensi
Kasus
Konferensi kasus sebagai tindak lanjut
dari kegiatan layanan KKp untuk peserta tertentu,Terhadap siswa yang masalahnya
dikonferensi kasus misalnya dapat dilakukan tindak lanjut layanan dengan
menempatkan siswa ke dalam KKp tertentu, sesui dengan masalahnya. Untuk
mendalami dan menangani lebih lanjut masalah yang dialami seorang dari salah
satu anggota KKp, dapat dilakukan konferensi kasus berkenaan dengan masalah
anggota kelompok yang dimaksud.
4.
Kunjungan
Rumah
Kunjungan rumah dapat dilakukan sebagai
pendalaman dan penanganan lebih lanjut masalah klien yang dibahas dalam KKp.
Kunjungan rumah memerlukan persiapan yang lebih baik dengan mengikutsertakan
anggota kelompok yang masalahnya dibahas.
5.
Alih
Tangan Kasus
Masalah yang belum tuntas terentaskan
melalui layanan KKp dapat dialih tangankan. Alih tangan kasus ke ahli atau
pihak lain yang berwenang dapat dilakukan sesuai dengan masalah klien dan
menurut prosedur yang dapat diterima klien dan pihak-pihak terkait.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Konseling
kelompok merupakan suatu proses dimana konselor terlibat dalam hubungan dengan
sejumplah klien pada waktu yang sama. Tujuan konseling kelompok yaitu :
a. Berkembang
kempuan sosialisai siswa , khususnya kemampuan komunikasi peserta layanan.
b. Memfokuskan
pada pembahasan masalah pribadi individu
peserta kegiatan layanan. Melalui layanan kelompok yang intensif dalam upaya
pemecahan masalah tersebur para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus.
Dalam konseling kelompok ini terdapat
tahapan – tahapan yaitu :
1. Tahap
I yaitu tahap pembentukan
2. Tahap
II yaitu tahap peralihan
3. Tahap
III yaitu tahap kegiatan
4. Tahap
IV yaitu tahap kegiatan
5. Tahap
V yaitu tahap Pengakhiran
Dalam
melakukan konseling kelompok ini kita harus menerapkan beberapa asas yaitu asas
kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, dan asas kenormatifan.
B.Saran
Setelah
mengikuti kegiatan konseling kelompok ini diharapkan mahasiswa dapat menerapkan
kegiatan ini dalam kegiatan dilapangan dan bagi yang melakukan kegiatan ini
terutama klien mampu terselesaikan masalah pribadi yang dialami.
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno.2004.Layanan
Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Padang.
Prayitno.2005.Layanan
Bimbingan Kelompok, Konseling Kelompok.Padang : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Fakultas Fak.Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar